Mekanisme dan Risiko: Spot vs Perpetual Futures
Spot trading memberikan kepemilikan aset langsung tanpa leverage, sedangkan perpetual futures adalah kontrak derivatif tanpa tanggal kedaluwarsa yang menggunaka
Leverage tinggi bisa berujung likuidasi. Pahami risikonya.
Spot vs. Perpetual Futures: Mekanisme dan Risiko
Perdagangan spot melibatkan pembelian aset induk secara langsung, sementara perpetual futures adalah turunan yang melacak harga tanpa tanggal kedaluwarsa. Perpetual memperkenalkan kompleksitas melalui funding rate dan leverage. Memahami mekanisme ini penting untuk menghindari likuidasi atau kerugian yang tak terduga.
Penyelesaian dan Kepemilikan
Di pasar spot, Anda menukar satu aset dengan aset lain. Anda memiliki aset tersebut secara penuh. Jika Anda memegang kunci privat, Anda memiliki hak penjagaan. Tidak ada risiko counterparty terkait pergerakan harga aset, hanya risiko penjagaan exchange. Perpetual futures adalah kontrak. Anda tidak memiliki aset induk. Anda mempertaruhkan arah harga melawan order book exchange.
Mekanisme Funding Rate
Perpetual tidak memiliki tanggal kedaluwarsa, sehingga pasar menggunakan funding rate untuk menambatkan harga kontrak ke harga spot. Ketika harga perpetual diperdagangkan lebih tinggi daripada indeks spot, pembayaran long membayar short. Ketika diperdagangkan lebih rendah, short membayar long. Pertukaran modal ini terjadi secara berkala, biasanya setiap delapan jam. Saya memandang funding sebagai biaya leverage. Jika Anda memegang posisi selama periode funding tinggi, imbal hasil Anda akan terkikis terlepas dari arah harga.
Leverage dan Margin
Perdagangan spot biasanya 1:1. Anda memasukkan satu dolar untuk membeli aset senilai satu dolar. Perpetual memungkinkan Anda menyetor margin untuk mengontrol nilai notional yang lebih besar. Leverage memperkuat keuntungan, tetapi juga memperkuat dampak fluktuasi harga minor. Pergerakan 1% pada posisi leverage 10x adalah pergerakan 10% pada ekuitas Anda. Realitas matematis ini memaksa pedagang untuk tepat dalam menentukan titik masuk dan keluar.
Protokol Likuidasi
Dalam perdagangan spot, nilai kertas Anda turun, tetapi Anda masih memegang aset kecuali Anda menjualnya. Anda tidak bisa berutang hanya karena pergerakan harga. Di perps, jika margin Anda jatuh di bawah persyaratan pemeliharaan, exchange melikuidasi posisi Anda. Mereka menutup perdagangan secara paksa untuk menutup kerugian. Anda kehilangan seluruh margin awal Anda. Dalam volatilitas ekstrem, slippage selama likuidasi dapat menyebabkan saldo menjadi negatif, meskipun exchange sering memiliki dana asuransi untuk menutupinya.
Siapa yang Harus Menghindari Perpetual
Pedagang yang tidak dapat memantau pasar secara aktif harus menghindari perps. Jika Anda memperlakukan perdagangan sebagai investasi pasif, perps memperkenalkan risiko ekor yang tidak perlu. Jika Anda tidak memiliki disiplin untuk menetapkan stop-loss yang ketat, leverage pada akhirnya akan membuat Anda bangkrut. Saya menyarankan pemula tetap berpegang pada perdagangan spot sampai mereka memahami kedalaman order book dan siklus pasar. Perps adalah alat untuk spekulasi jangka pendek, bukan holding jangka panjang.
Jebakan Struktural
Beberapa jebakan teknis menangkap pengguna baru. Auto-Deleverage (ADL) terjadi ketika dana asuransi habis, dan posisi yang menguntungkan ditutup untuk menyeimbangkan pembukuan. Selain itu, minat terbuka dapat menciptakan perdagangan yang padat di mana likuiditas keluar menghilang seketika. Terakhir, terlalu mengandalkan data likuidasi sebagai level support adalah strategi yang lemah; pasar sering berburu kolam likuiditas ini.
Daftar Periksa Pra-Perdagangan
Sebelum membuka posisi perpetual futures, verifikasi parameter ini:
- Tingkat Leverage: Apakah leverage disetel ke tingkat yang bertahan dari sumbu sebesar 3-5%?
- Funding Rate: Apakah funding rate saat ini menguntungkan untuk arah saya?
- Harga Likuidasi: Hitung persis pada harga berapa posisi berakhir.
- Margin Pemeliharaan: Apakah saya memiliki cukup jaminan untuk menghindari margin call?
Hitung harga likuidasi persis dari perdagangan prospektif sebelum membukanya. Jangan hanya mengandalkan ringkasan UI exchange; hitung angkanya sendiri untuk memverifikasi toleransi risiko Anda.
